jump to navigation

WaHai AyAh January 14, 2008

Posted by dony in Experience.
trackback

Sudah berapa lama

kau meninggalkan aku

Wahai ayahku,

yang kucinta

Senyummu terus terbayang dibenakku

Wahai ayahku yang kusayang

Pelukanmu terus melekat didlm hatiku

Wahai ayahku yang tersayang

Kepergianmu sangat menusuk hatiku

Wahai ayahku yang kudamba

Wajahmu s’lalu terbayang di dalam hatiku

Wahai ayahku yang kucinta

Tapi apalah mau dikata

takdir telah menentukan seperti itu

Aku akan tetap tegar

Dalam menghadapi takdir,

yang diberikan padaku.

Comments»

1. Riwz - January 18, 2008

Aduh jadi ikut sedih ni tapi kamu harus tetep tegar agar ayahmu diasana juga senang. Berdoa aza don supaya apa yang kamu rasakan bisa nyampe’ ke ayahmu.

Thanks ya dah komen di blogq

2. Noerdin - January 22, 2008

Don yang tabah ya?????? Mungkin dibalik itu semua pasti ada hikmahnya. Puisi ini sangat mengharukan bagi orang yang membacanya. Semangat DON!!!!!!

3. FrIdAy...... - January 24, 2008

That is a good poem… Kali ini pasti b.Inggrisku bener… Yang sabar yah cakdon… Meskipun ayahnya cakdon sudah tiada, tapi tetep masih ada di hatinya cakdon kan… SEMANGAT!!! http://oggix.com/shout/smileys/preview/smile.gif

4. nis8 - February 4, 2008

Don, yang sabar ya Q yakin ko’ di sana ayahmu akan selalu sayang sama kmu……..OK😉


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: